Logo
Frequently Asked Questions
FAQ
Tentang ModalBisnis.id

Bisnis apa yang ditawarkan ModalBisnis.id?

Kami menawarkan bisnis yang produktif dan tidak melanggar ketentuan hukum di indonesia serta Lulus seleksi oleh tim verifikasi bisnis kami. Artinya bisnis tersebut mempunyai proyeksi keuangan dan manajemen yang sudah kredibel serta bersedia untuk memakai aplikasi Point of Sales berbasis cloud sehingga investor dapat memantau penjualan secara realtime.

Pemilik bisnis / Franchise yang manajemennya, rekrut karyawan dan operasional bisnis akan dikelola oleh pihak pemilik bisnis sendiri dan ModalBisnis.id sebagai investor mendapat laporan keuangan bulanan dan mendapat sharing profit sesuai kepemilikan saham. Contoh usaha : Laundry, Minimarket, Resto/cafe, bakery, salon, food truck, butik, apotik dsb.

Mengapa saya harus berinvestasi di ModalBisnis.id daripada deposito, emas dan tanah?

Sedangkan Emas dan tanah merupakan aset investasi yang passive. Sementara bisnis merupakan aset yang aktif, dalam kegiatan bisnis yang diputarkan dalam kegiatan usaha yang mampu menghasilkan keberkahan lebih banyak.

Selain itu, ketika dana diinvestasikan ke dalam bisnis, lalu bisnis tersebut berjalan dan makin besar maka dampaknya tidak hanya pada bisnis tersebut, namun juga kepada lingkungan seperti terciptanya lapangan kerja hingga jaringan supplier dan pihak-pihak yang berhubungan dengan bisnis tersebut. HALAL dan BERKAH untuk lingkungan dan negara.

Bagaimana investor meminimalisir kerugian investasi?

Sebagai Investor, Anda harus SIAP UNTUNG DAN SIAP RUGI. Investor menganalisis dan memahami jenis bidang bisnis dan juga mendownload / membaca prospektus dan proyeksi bagi hasil yang ditawarkan dan presentasikan oleh bisnis yang sudah lolos seleksi.

Selain itu Anda harus mempelajari penggunaan modal oleh bisnis tersebut, apakah secara logika mampu menaikkan skala usaha bisnis tersebut dan menaikan pendapatan Keberkahan bisnis untuk dibagikan kepada Investor.

Apa saja langkah ModalBisnis.id dalam rangka meminimalisir kerugian investor?

SELEKSI

ModalBisnis.id Melakukan seleksi yang ketat terhadap Manajemen serta track record pemilik bisnis yang mengajukan penerbitan Slot oleh Divisi verifikasi internal / eksternal kami.

Berbagai standarisasi kriteria mulai Dari legalitas, feasibilitas (kelayakan), kesehatan finansial, peluang kedepannya hingga kredibilitas owner/manajemen menjadi kriteria yang mutlak bagi kami.

EDUKASI

Memberikan edukasi kepada investor sehingga investor dapat mengambil keputusan yang terukur dan sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Serta edukasi dan pendampingan pada pemilik bisnis dalam hal pengawasan dan strategi pengembangan market.

Dengan begitu insight yang diperoleh bisa membantu baik investor maupun pemilik bisnis dalam membuat keputusan yang strategis.

TRANSPARANSI

Mengumpulkan dan Memberikan data yang valid secara transparan laporan pembagian hasil kepada investor.

EVALUASI

Melakukan evaluasi atas jalannya kerjasama, performa perusahaan, melakukan random cek hingga memberikan bantuan ataupun masukan jika diperlukan agar bisnis berjalan sesuai dengan proyeksi dan bertumbuh.

Apa saja yang dilakukan ModalBisnis.id?

Peran kami dalam memfasilitasi Investor dan pemilik bisnis UKM adalah:

  • Melakukan seleksi yang ketat terhadap manajemen bisnis yang ingin mendapatkan pendanaan dan menyusun proposal penawaran bisnis tersebut.
  • Menyediakan sistem Patungan pendanaan Bisnis via digital.
  • Menyediakan pelaporan dan sistem untuk mendistribusikan bagi hasil dari bisnis tersebut.
  • Melakukan pengawasan kepada pengelolaan bisnis agar melakukan operasional bisnis dan pembagian hasil usaha sesuai dengan Akad.

Apa itu Equity Crowdfunding (Urun dana Modal)?

Equity Crowdfunding adalah proses mengumpulkan sejumlah kecil uang untuk sebuah proyek atau bisnis oleh sejumlah besar orang dan biasanya dilakukan melalui platform online.

Sekilas mirip dengan pendanaan biasa, hanya saja equity crowdfunding (ECF) sistemnya seperti membeli saham sebuah bisnis, tidak seperti peer to peer lending, yang hanya meminjamkan dana saja.

Cara Investasi

Bagaimana Cara investasi di ModalBisnis.id?

Yang pertama, register di web ModalBisnis.id, dan akan memiliki account di member area kami. Sebelum invest Calon Investor bisa memilih bisnis, cek detail bisnis, proyeksi keuangan, proposal bisnis dan akad perjanjian kerjasamanya disana.

Setelah menemukan bisnis yang dirasa menarik dan cocok maka langkah selanjutnya bisa mengisi form kesediaan dan jumlah dana yang sepakat untuk dikerjasamakan pada bisnis tersebut. Setelah itu kami akan mengirimkan format perjanjian akad kerjasama yang harus ditandatangani secara digital oleh calon investor yg juga tertera nomor rekening bank resmi dari ModalBisnis.id.

Yang kedua, setelah proses transfer diterima dan diverifikasi oleh tim kami selanjutnya kami akan mengirim bukti digital tanda terima dan bukti kepemilikan saham dari bisnis yang sudah ditandatangani perjanjian akad kerjasamanya.

Selanjutnya investor akan dimasukkan ke grup khusus investor untuk mengupdate informasi yang berhubungan dengan bisnis tersebut.

Yang ketiga, Setelah dana terkumpul, selanjutnya dana akan disalurkan kepada pemilik bisnis maksimal 7 hari setelah dana terkumpul untuk segera direalisasikan proses pembukaan bisnis tersebut.

Lamanya proses realisasi tergantung dari yang tercantum di penawaran pada masing-masing bisnis dan informasi progres akan di update di grup investor.

Yang keempat, Laporan keuangan dan performance bisnis, bisa di cek secara realtime oleh investor karena kami akan memberikan akses login cloud pada sistem POS (Point of Sales) dari masing-masing bisnis, sedangkan untuk laporan bulanan akan kami kirim melalui email dan account member investor.

Pembagian Profit dilakukan langsung setelah Bisnis membukukan keuntungan sesuai periode laporan tiap bulan langsung ke rekening masing-masing investor di ModalBisnis.id yang nilainya sesuai persentase kepemilikan slot.

Mulai investasinya berapa rupiah, boleh beli slot lebih dari satu?

Sistem investasi di ModalBisnis.id adalah Pembelian slot, 1 slot nilai rupiahnya akan bervariasi disesuaikan dengan nilai bisnisnya (bisa dilihat di detil bisnis yang ditawarkan). Tidak ada batasan pembelian maksimum oleh investor, namun Minimum pembelian slot juga tergantung pada setiap bisnis

Setelah melakukan pembelian slot, harap menunggu masa pengumpulan dana sesuai yang tertera di detil bisnis dan maksimal adalah 60 Hari. Apabila pengumpulan dana tidak tercapai sebelum 60 Hari, maka dana akan dikembalikan pada masing-masing calon investor.

Setelah masa penawaran tersebut selesai, Anda akan dikirimi bukti kepemilikan bisnis berupa e-sertifikat diusahakan maksimal 7 hari setelah Slot habis atau masa pengumpulan dana berakhir.

Selanjutnya, Anda tinggal menunggu masa pembagian bagi hasil bisnis tersebut dan mendapatkan e-sertifikat pembagian hasil sesuai periode masing-masing bisnis.

Saya punya bisnis, bagaimana prosedurnya apabila saya ingin menawarkan pengembangan bisnis saya di ModalBisnis.id?

Pemilik bisnis bisa mengajukan pendanaan Ekspansi Bisnis dengan mengisi formulirnya disini (modalbisnis.id/bisnis-partner). Setelah itu pemilik bisnis akan diminta untuk melengkapi data Lokasi / calon usulan lokasi untuk kami lakukan pengecekan kelayakan bisnis seperti Alamat Lokasi (Beserta lokasi google map), Foto lokasi sekitar, harga sewa / beli properti dll.

Proses pengecekan lokasi Baik layak maupun tidak akan dilakukan oleh tim appraisal kami setelah konfirmasi bukti transfer Jasa, Survey dan konsultasi bervariasi mulai Rp. 200.000 (tergantung jarak dari kantor pusat/cabang ModalBisnis.id di setiap kota).

Setelah pengecekan lokasi selesai, akan ada Laporan Uji Kelayakan Lokasi kepada Pemilik bisnis, untuk kemudian ditentukan berapa jumlah investasi, bagi hasil dan ketentuan lainya yang dibutuhkan sebelum ditawarkan ke investor.

Jika lulus / disetujui , pemilik bisnis akan diminta melengkapi dokumen susulan yang dibutuhkan dan akan dilakukan penawaran open investment. Proses penawaran patungan maksimal memakan waktu 60 hari. Jika dalam 60 hari belum terkumpul 100% akan dilakukan opsi pengembalian dana yang sudah terkumpul kembali kepada investor. Setelah melakukan pengembalian, Sistem akan memberitahu bahwa opsi perpanjangan 60 hari kedua telah aktif dan siap untuk ditawarkan kembali kepada calon investor.

Mulai kapan saya bisa investasinya?

Anda bisa mulai berinvestasi di ModalBisnis.id setiap kali ada bisnis baru yang listing open investment di website dan aplikasi kami.

Apabila saya sedang membutuhkan dana sebelum kontrak habis, apakah saya bisa menjual bukti kepemilikan saya?

Bisa, tetapi untuk sementara cara yang kami lakukan adalah dengan cara menawarkan ke investor lain yang sudah terdaftar di modalbisnis.id dengan cara peralihan hak dari yang menjual kepemilikannya ke investor yang membeli.

Akad

Posisi saya dimana?

Sebagai investor/pemilik modal (shahibul maal)

atau

Sebagai Pemilik Bisnis/pengelola (mudharib)

Jenis kerjasama?

Melihat dari proses yang dijalankan di ModalBisnis.id ini merupakan jenis

Syirkah al-aqd adalah transaksi antara dua orang atau lebih untuk bekerjasama dengan suatu modal atau jaminan nama baik (al-wujuh) agar keuntungan dan kerugian ditanggung bersama.

Dimana secara keterlibatannya termasuk dari klasifikasi

Syirkah Al-Mudharabah dengan pengertian pihak pertama adalah sebagai pemodal dan pihak kedua adalah pengelola modal tersebut.

sebagaimana konsensus seluruh ulama fiqih bahwa akad bagi hasil adalah akad yang didesain atas saling percaya (akad amanah). Pengelola (mudharib) adalah pihak yang dipercaya (amin) sebagai wakil investor yang mengelola modal tersebut.

Kekhasan ini yang melahirkan kekhasan kedua, yaitu sama-sama untung dan sama-sama rugi. Oleh karena itu, jika terjadi kerugian bukan karena lalai atau wanprestasi pengelola, seluruh kerugian ditanggung investor karena pengelola telah berkontribusi tenaga dan pikiran. Investor kehilangan modal dan pengelola kehilangan waktu dan sejenisnya. Akan tetapi sebaliknya, jika kerugian terjadi karena lalai atau wanprestasi. Pengelola harus mengganti dan mengembalikan modal kepada investor.

Mudharabah

Pengertian:
Kata mudharabah berasal dari kata dharb ( ضرب ) yang berarti memukul atau berjalan. Pengertian memukul atau berjalan ini maksudnya adalah proses seseorang memukulkan kakinya dalam menjalankan usaha. Suatu kontrak disebut mudharabah, karena pekerja (mudharib) biasanya membutuhkan suatu perjalanan untuk menjalankan bisnis. Sedangkan perjalanan dalam bahasa Arab disebut juga dharb fil Ardhi (فِي الْأَرْض ضرب ِ).

Dalam bahasa Iraq (penduduk Iraq) menamakannya mudharabah, sedangkan penduduk Hijaz menyebutnya qiradh. Qiradh berasal dari kata al-qardhu, yang berarti al-qath’u (potongan) karena pemilik memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dan memperoleh sebagian keuntungannya.

Mudharabah atau qiradh termasuk dalam kategori syirkah. Di dalam Al-Quran, kata mudharabah tidak disebutkan secara jelas dengan istilah mudharabah. Al-Quran hanya menyebutkannya secara musytaq dari kata dharaba yang terdapat sebanyak 58 kali.

Beberapa ulama memberikan pengertian mudharabah atau qiradh sebagai berikut:

Menurut para fuqaha, mudharabah ialah akad antara dua pihak (orang) saling menanggung, salah satu pihak menyerahkan hartanya kepada pihak lain untuk diperdagangkan dengan bagian yang telah ditentukan dari keuntungan, seperti setengah atau sepertiga dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.

Menurut Hanafiyah, mudharabah adalah “Akad syirkah dalam laba, satu pihak pemilik harta dan pihak lain pemilik jasa”.

Malikiyah berpendapat bahwa mudharabah adalah: ”Akad perwakilan, di mana pemilik harta mengeluarkan hartanya kepada yang lain untuk diperdagangkan dengan pembayaran yang ditentukan (mas dan perak)”.

Imam Hanabilah berpendapat bahwa Mudharabah adalah: ”Ibarat pemilik harta menyerahakan hartanya dengan ukuran tertentu kepada orang yang berdagang dengan bagian dari keuntungan yang diketahui”.

Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa Mudharabah adalah: ” Akad yang menentukan seseorang menyerahakan hartanya kepada orang lain untuk ditijarahkan”.

Kesimpulan pengertian:
dapat ditarik kesimpulan bahwa mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama adalah pemilik modal (shahibul maal), sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola modal (mudharib), dengan syarat bahwa hasil keuntungan yang diperoleh akan dibagi untuk kedua belah pihak sesuai dengan kesepakatan bersama (nisbah yang telah disepakati), namun bila terjadi kerugian akan ditanggung shahibul maal.

  1. Jenis jenis Mudharabah

    • Mudharabah Muqayyadah ( Restricted Investment Account ), yaitu bentuk kerja sama antara dengan syarat-syarat dan batasan tertentu. Dimana shahibul mal membatasi jenis usaha, waktu atau tempat usaha. Dalam istilah ekonomi Islam modern, jenis mudharabah ini disebut Restricted Investment Account. Batasan-batasan tersebut dimaksudkan untuk menyelamatkan modalnya dari resiko kerugian. Syarat-syarat itu harus dipenuhi oleh si mudharib. Apabila mudharib melanggar batasan-batasan ini, maka ia harus bertanggung jawab atas kerugian yang timbul.

      Pembatasan pada jenis mudharabah ini diperselisihkan para ulama mengenai keabsahannya. Namun yang rajih, pembatasan tersebut berguna dan sama sekali tidak menyelisihi dalil syar’i, karena hanya sekedar ijtihad dan dilakukan berdasarkan kesepakatan dan keridhaan kedua belah pihak, sehingga wajib ditunaikan.

    • Mudharabah Muthlaqah ( Unrestricted Investment account ), yaitu bentuk kerja sama antara shahibul mal dan mudharib tanpa syarat atau tanpa dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Dalam bahasa Inggris, para ahli ekonomi Islam sering menyebut mudharabah muthlaqah sebagai Unrestricted Investment Account (URIA). Maka apabila terjadi kerugian dalam bisnis tersebut, mudharib tidak menanggung resiko atas kerugian. Kerugian sepenuhnya ditanggulangi shahibul mal.

    • Mudharabah Musytarakah, adalah bentuk mudharabah dimana pengelola dana menyertakan modal atau dananya dalam kerjasama investasi. Diawal kerjasama, akad yang disepakati adalah akad mudharabah dengan modal 100% dari pemilik dana, dengan pertimbangan tertentu dan kesepakatan pengelola dana ikut menanamkan modalnya dalam usaha tersebut, jenis mudharabah ini disebut mudharabah musytarakah merupakan perpaduan antara akad mudharabah dan akad musyarakah.

  2. Rukun dan Syarat Akad Mudharabah

    1. Adanya dua pelaku atau lebih, yaitu investor (pemilik modal) dan pengelola (mudharib). Kedua belah pihak yang melakukan akad disyaratkan mampu melakukan tasharruf atau cakap hukum, maka dibatalkan akad anak-anak yang masih kecil, orang gila, dan orang-orang yang berada di bawah pengampuan.

    2. Modal atau harta pokok (mal), syarat-syaratnya yakni:

      • Berbentuk uang / Harta Lainnya

        Mayoritas ulama berpendapat bahwa modal harus berupa uang dan tidak boleh barang. (TUNAI) Mudharabah dengan barang dapat menimbulkan kesamaran, karena barang pada umumnya bersifat fluktuatif. Apabila barang itu bersifat tidak fluktuatif seperti berbentuk emas atau perak batangan (tabar), para ulama berbeda pendapat. Imam malik dalam hal ini tidak tegas melarang atau membolehkan. Namun para ulama mazhab Hanafi membolehkannya dan nilai barang yang dijadikan setoran modal harus disepakati pada saat akad oleh mudharib dan shahibul mal.

        Contohnya, seorang memiliki sebuah mobil yang akan diserahkan kepada mudharib (pengelola modal). Ketika akad kerja sama tersebut disepakati, maka mobal tersebut wajib ditentukan nilai mata uang saat itu, misalnya Rp90.000.000, maka modal mudharabah tersebut adalah Rp90.000.000.

      • Jelas jumlah dan jenisnya

        Jumlah modal harus diketahui dengan jelas agar dapat dibedakan antara modal yang diperdagangkan dengan laba atau keuntungan dari perdagangan tersebut yang akan dibagikan kepada dua belah pihak sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

        Adapun tenaga, waktu dan jerihpayah ini kewajiban pengelola yang menjalankan usahanya dan bukan terhitung modal karna halbini tidak bisa disebut Mal (Harta)

      • Tunai

        Hutang tidak dapat dijadikan modal mudharabah. Tanpa adanya setoran modal, berarti shahibul mal tidak memberikan kontribusi apapun padahal mudharib telah bekerja. Para ulama syafi’i dan Maliki melarang hal itu karena merusak sahnya akad. Selain itu hal ini bisa membuka pintu perbuatan riba, yaitu memberi tangguh kepada si berhutang yang belum mampu membayar hutangnya dengan kompensasi si berpiutang mendapatkan imbalan tertentu. Dalam hal ini para ulama fiqih tidak berbeda pendapat.

      • Modal diserahkan sepenuhnya kepada pengelola secara langsung

        Apabila tidak diserahkan kepada mudharib secara langsung dan tidak diserahkan sepenuhnya (berangsur-angsur) dikhawatirkan akan terjadi kerusakan pada modal, yaitu penundaan yang dapat mengganggu waktu mulai bekerja dan akibat yang lebih jauh mengurangi kerjanya secara maksimal. Apabila modal itu tetap dipegang sebagiannya oleh pemilik modal, dalam artian tidak diserahkan sepenuhnya, maka menurut ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Syafi’iyah, akad mudharabah tidak sah. Sedangkan ulama Hanabilah menyatakan boleh saja sebagian modal itu berada di tangan pemilik modal, asal tidak mengganggu kelancaran usahanya.

    3. Nisbah Keuntungan

      Para ulama mensyaratkan tiga syarat dalam pembagian keuntungan

      • Harus ada pemberitahuan bahwa modal yang dikeluarkan adalah untuk bagi hasil keuntungan, bukan dimaksudkan untuk pinjaman saja.

      • Harus diprosentasekan keuntungan untuk investor dan pengusaha

        Keuntungan yang diperoleh juga harus jelas, misal untuk investor 40% dan pengusaha 60%, 50% – 50%, 60% – 40%, 5 % – 95% atau 95% – 5%. Hal ini harus ditetapkan dari awal akad.

        Tidak diperkenankan membagi keuntungan 0% – 100% atau 100% – 0%.

        Besar prosentase keuntungan adalah bebas, tergantung kesepakatan antara kedua belah pihak.

      • Keuntungan hanya untuk kedua belah pihak

        Tidak boleh mengikut sertakan orang yang tidak terlibat dalam usaha dengan persentase tertentu. Misal A adalah investor dan B adalah pengusaha. Si B mengatakan, “Istri saya si C harus mendapatkan 10 % dari keuntungan.” Padahal istrinya tidak terlibat sama sekali dalam usaha. Apabila ada orang lain yang dipekerjakan maka diperbolehkan untuk memasukkan bagian orang tersebut dalam prosentase keuntungan.

      Kapankah pembagian keuntungan dianggap benar?

      Keuntungan didapatkan apabila seluruh modal investor telah kembali 100%. Jika modal investor belum kembali seluruhnya, maka pengusaha tidak berhak mendapatkan apa-apa.

      Oleh karena itu, Al-Mudharabah memiliki resiko menanggung kerugian untuk kedua belah pihak. Untuk investor dia kehilangan hartanya dan untuk pengusaha dia tidak mendapatkan apa-apa dari jerih payahnya.

      Sebagai contoh, di akhir pembagian hasil, pengusaha hanya bisa menghasilkan 80% modal, maka 80% tersebut harus diserahkan seluruhnya kepada investor dan pengusaha tidak mendapatkan apa-apa.

      Apakah boleh pengusaha mengambil jatah perbulan dari usahanya?

      Apabila hal tersebut masuk ke dalam perhitungan biaya operasional untuk usaha, maka hal tersebut tidak mengapa, contoh: uang makan siang ketika bekerja, uang transportasi usaha, uang pulsa telepon untuk komunikasi usaha, maka hal tersebut tidak mengapa.

      Tetapi jika dia mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri, maka hal tersebut tidak diperbolehkan.

      Sebelum modal kembali dan belum mendapatkan keuntungan maka usaha tersebut beresiko rugi. Oleh karena itu, tidak diperkenankan pengusaha mengambil keuntungan di awal, karena pengusaha dan investor tidak mengetahui apakah usahanya nanti akan untung ataukah rugi.

    4. Ijab Qobul/Serah Terima

      Melafazkan ijab dari pemilik modal, misalnya aku serahkan uang ini kepadamu untuk dagang jika ada keuntungan akan dibagi dua dan kabul dari pengelola dan bisa dengan diterbitkannya berdasarkan berkas tulisan yang disepakati bersama.

      Adapun apabila pengelola memiliki wakil untuk membantu menjalankan Bisnisnya, wakil tersebut tidak bisa mendapatkan bagi hasil karna akad syirkah hanya antara pengelola dan investor utama, bila pengelola utama memberikan bagi hasil sifatnya sedekah/hadiah bukan perjanjian yang baku diterapkan pada akad ini, atau dengan kata lain wakil pengelolaan lebih tepat mendapatkan upah (ujrah) & bonus.

      Sedangkan, menurut Ulama Hanafiyah, rukun mudharabah itu hanya satu, yaitu ijab (dari shahibul maal) dan kabul persetujuan (dari mudharib). Ulama hanafiyah menyatakan jika shahibul maal dan mudharib telah melafazkan ijab dan Kabul maka akad mudharabah itu telah memenuhi rukunnya dan sah. Ada pun rukun lainnya sebagaimana dinyatakan Jumhur Ulama, bagi Ulama Hanafiyah ke semua itu masuk sebagai syarat mudharabah.

  3. Berakhirnya Akad Mudharabah

    Mudharabah termasuk akad kerjasama yang diperbolehkan. Usaha ini berakhir dengan pembatalan dari salah satu pihak. Karena tidak ada syarat keberlangsungan terus menerus dalam transaksi usaha semacam ini. Masing-masing pihak bisa membatalkan transaksi kapan saja dia menghendaki. Transaksi Mudharabah ini juga bisa berakhir dengan meninggalnya salah satu pihak transaktor, atau karena ia gila atau idiot.

    Imam Ibnu Qudamah (wafat tahun 620 H) menyatakan: “Al Mudharabah termasuk jenis akad yang diperbolehkan. Ia berakhir dengan pembatalan salah seorang dari kedua belah pihak -siapa saja-, dengan kematian, gila atau dibatasi karena idiot; hal itu karena ia beraktivitas pada harta orang lain dengan sezinnya, maka ia seperti wakiel dan tidak ada bedanya antara sebelum beraktivitas dan sesudahnya. Sedangkan Imam Al Nawawi menyatakan: Penghentian qiraadh boleh, karena ia di awalnya adalah perwakilan dan setelah itu menjadi syarikat. Apabila terdapat keuntungan maka setiap dari kedua belah pihak boleh memberhentikannya kapan suka dan tidak butuh kehadiran dan keridoan mitranya. Apabila meninggal atau gila atau hilang akal maka berakhir usaha tersebut.”

    Imam Syafi’i menyatakan: “Kapan pemilik modal ingin mengambil modalnya sebelum diusahakan dan sesudahnya dan kapan pengelola ingin keluar dari qiraadh maka ia keluar darinya.”

    Apabila telah dihentikan dan harta (modal) utuh, namun tidak memiliki keuntungan maka harta tersebut diambil pemilik modal. Apabila terdapat keuntungan maka keduanya membagi keuntungan tersebut sesuai dengan kesepakatan. Apabila berhenti dan harta berbentuk barang, lalu keduanya sepakat menjualnya atau membaginya maka diperbolehkan, karena hak milik kedua belah pihak. Apabila pengelola minta menjualnya sedang pemilik modal menolak dan tampak dalam usaha tersebut ada keuntungan, maka pemilik modal dipaksa menjualnya; karena hak pengelola ada pada keuntungan dan tidak tampak kecuali dengan dijual. Namun bila tidak tampak keuntungannya maka pemilik modal tidak dipaksa.

Dan yang pasti perjanjian akad tetap diberlakukan dan menjadi acuan agar ada kejelasan

Kerugian finansial hanya menjadi tanggungan pemodal (investor atau sohibul mall)

Ali bin Abi Thalib berkata:

“Kerugian itu berdasarkan harta (modal), sedangkan keuntungan berdasarkan kesepakatan mereka (para mitra).” (HR Abdurraqaq dan Ibn Abi Syaibah)

Kecuali atas kelalaian pengelola (mudharib) yang menyebabkan kerugian maka wajib mudharib mengganti atas kerugian tsb

Contoh: investor memberikan modal utk buka toko kelontong, namun pengelola lalai tdk berjualan selama 1 bulan, dan banyak barang dagangan yg kadaluarsa maka ini kelalaian

Apakah Dalam Syirkah Ini diperbolehkan Meminta Jaminan/Colateral kepada Mudharib (pengelola)

Syaikh Dr. Sa’d Al-Khatslan

لايصح اشتراط ضمان رأس المال ولا اشتراط نسبة مقطوعة من الأرباح ؛ لأن هذا يحولها من كونها مضاربة إلى قرض بفائدة وهو محرم

Tidak sah mengajukan syarat adanya penjaminan untuk modal, tidak pula syarat untuk keuntungan yang didapatkan. Karena persyaratan semacam ini akan mengubah status transaksi mudharabah menjadi transaksi utang dengan bunga, dan itu haram.

وإنما الجائز هو اشتراط نسبة مشاعة من الأربح (كالربع أو الثلث مثلا أو بالنسبة المئوية 18%أو30% مثلا )، وفي حال الخسارة لايضمن المضارب شيئا لأنه قد خسر جهده ، والخسارة إنما تكون على رب المال

Yang dibolehkan adalah mempersyaratkan nisbah pembagian keuntungan (misal: 1/4 atau 1/3 atau berdasarkan prosentase: 18 %, atau 30 %).

Kemudian, jika terjadi kerugian, pelaku usaha (mudharib) tidak menanggung modal sedikitpun. Karena dia juga sudah rugi dengan kerja yang dia lakukan. Sehingga kerugian finansial ditanggung pemilik modal.

Fiqih islam wa adilatuhu wahbah az zuhaili
Fihussunah sayid sabiq
Al-Mudharabah fi Asy-Syari’ati Al-Islamiyah. Abdullah bin Hamd bin ‘Utsman Al-Khuwaithir. Kunuz Isybilia.
As-Sunan Al-Kubra. Abu Bakr Ahmad bin Al-Husain Al-Baihaqi. Majlis Dairatil-Ma’arif.
Sunan Ad-Daruquthni. Abul-Hasan ‘Ali bin ‘Umar Ad-Daruquthni.

Partner Bisnis
Percayakan investasi anda pada kami
Segala transaksi anda aman dan terpercaya.
Perhatian

PT. Kolaborasi Untuk Negeri("Perusahaan") Merupakan badan hukum yang didirikan berdasarkan hukum Republik Indonesia yang diatur oleh dan/atau dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Substansi yang tersedia pada situs https://modalbisnis.id ("Modal Bisnis") hanya terbatas memberikan informasi dan simulasi perhitungan yang tidak mengikat serta tidak dianggap sebagai bentuk penawaran umum, undangan, permohonan, saran, ataupun rekomendasi untuk penempatan pada sekuritas, instrumen pasar modal, dan/atau jasa keuangan lainnya. Perusahaan dalam memberikan jasanya sebagai wakil hanya terbatas pada fungsi administratif. Pembiayaan yang diadministrasikan ke rekening MODAL BISNIS bukan dianggap dan tidak akan dianggap sebagai penghimpunan dana yang diselengarakan oleh Perusahaan seperti diatur dalam peraturan Perundang-Undangan tentang Lembaga Keuangan di indonesia. Perusahaan atau setiap Direktur, Pegawai, Karyawan, Wakil, Afiliasi, atau Agen-agennya tidak memiliki tanggung jawab terkait dengan setiap risiko atau masalah yang terjadi atau yang dianggap terjadi yang disebabkan oleh kurangnya persiapan atau publikasi dari materi yang tercantum pada situs Perusahaan. Informasi yang terdapat pada situs MODAL BISNIS selalu diperbarui dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Seluruh hak kekayaan intelektual telah dilindungi Undang-Undang.